Showing posts with label pribadi. Show all posts

Galau Kost-kostan


posted by Redblack Ophie on , , , , ,

No comments

Marhaban Yaa Ramadhan~


Alhamdulillah bisa dipertemukan lagi dengan bulan suci penuh pengampunan ini. Semoga ibadah kita berkah ^^.

Sudah 5, 6, 7. Kurang lebih 7 bulan berjalan semenjak pertama tinggal di ibukota ini. Mengais rejeki, ceileh. Yap, rejeki saya untuk setahun ini memang disini, Jakarta. Alhamdulillah. 

Suka duka pastilah ya, perbandingannya, hmmm suka : duka = 70 : 30. Yang membuat saya senang adalah memiliki penghasilan sendiri. Bayar kos sendiri, beli makan pakai uang sendiri, jalan-jalan, belanja pakai uang sendiri. Yang sebelumnya selama 22 tahun masih dibiayai ortu. Yang jelas ini karena ortu yang sudah menyekolahkan saya dengan baik. Alhamdulillah. Selain itu saya juga memiliki lingkungan kerja yang baik, dan teman-teman kost yang sangat baik. Area perumahan kost yang sangat aman dan menyenangkan. Alhamdulillah.

Saya bilang kost saya menyenangkan, tapi kenapa judulnya koq 'Galau Kost-kostan'?

Sebenarnya saya sangat beruntung dengan kost yang sekarang. Nyaman, aman, terbilang murah, dan penghuni yang sudah Allah pilihkan untuk saya itu sumpah baiknya. Tapi... lokasi kost saya tidak begitu dekat dengan kantor. Terlebih harus melewati palang rel yang setiap 2-5 menit sekali pasti ada aja kereta yang lewat. Lelahnya menunggu di palang rel yang macet dan panas-panasan itu sungguh sangat menguji kesabaran. Macetnya membuat saya harus menunggu sampai 2-3 kali palang buka tutup baru bisa jalan dengan lancar.

Saya bilang kost saya jauh, kenapa sejak awal memilih yang jauh?

Dulu waktu saya diterima kerja, katanya, saya mau ditempatkan bukan di kantor yang sekarang, tapi yang satunya. Yang jaraknya lebih deket dari kost-an saya dan gak perlu melewati palang kereta terutama. Karena waktu itu h-1 kerja baru ke Jkt, ya udah langsung tinggal disitu aja. Hari pertama dan kedua masih diantar-jemput. Fine! Setelah itu beberapa bulan masih dengan polosnya menjalankan hari-hari melewati rel kereta. Sekarang baru kerasa kerja udah mulai berat. Kudunya tidak perlu melelahkan diri di jalanan. Cukup di kantor saja, Beib.

Kost-kostan kan banyak, tapi kenapa gak cepet pindah?

As we all know, kost-kostan di Jkt itu entah mengapa mahalnya minta ampun. Yang biasa aja pasarannya 600-800an per bulan. Mungkin karena saya dulu kuliahnya di Surabaya, harga kost saya cuma 350rb per bulan. Dengan fasilitas yang biasa tapi sudah menyenangkan. Hmmmmm... Saya pernah mengeluhkan biaya hidup di Jkt sungguh mahalnya, lalu disaut oleh salah satu senior saya. "Mungkin karena pendapatan per kapita-nya lebih tinggi." Oya? Sampai sekarang saya masih belum paham, karena pendapatan yang tinggi kah yang membuat biaya hidup tinggi? Atau biaya hidup tinggi yang memaksa standar pendapatan menjadi tinggi? Yang menentukan batas bawah iki sopo seh sakjane, Pakde?

Saya pusing memilih kost-kostan. Terakhir saya survei, daerah deket kantor, yang daerahnya enak, harganya 1.6, itu pun cuma kipas angin, bukan AC, ya memang sih kamar mandinya di dalam. Tapi mahal bingo lah itu, Pakde. Tapi sebenarnya jarak kost-kostan itu mengefisiensikan waktu terbuang di jalan. Itu aset yang sangat bernilai. Dan harusnya kita rela bayar mahal untuk memanjakan diri. Yayayayyayaa.. Tapi itu kemahalan. 

Lalu yang kedua, saya disarankan sama senior nih, ke kost-annya Mbak I yang dulu aja, banyak tempat makan. Terus saya survey di internet dan tanya melalui sms ke CP nya. Murah sih. Kurang lebih sama kost saya yang sekarang, tapi tetep murahan kost saya yang sekarang hehehe. Hampir nih mau survey ke tempatnya langsung, tapi sebelumnya nanya dulu ke Mbak I. Kata Mbak I tempatnya gak recommended. Penghuninya attitude-nya kurang baik. Jadi kurang nyaman ditempati. Waduh mendengar demikian, saya jadi merasa bersyukur ni ngekost di tempat yang sekarang.

Di tengah-tengah lagi nyari kost deket kantor, si Mbak yang punya kamar di sebelah kamar saya, ngajak pindah kost ke gang sebelah yang kamarnya lebih besar. Yang punya kost sih sama, cuma baru bangun kost-an baru aja di gang sebelah. Alamak! Karena saya orangnya sedikit gak enakan, saya bilang aja iya nanti dilihat dulu ya, Mbak. 

Entah apa entah kenapa. Apasih? Saya hanya berprasangka baik pada Allah. Mungkin ini petunjuk. Lingkungan tempat tinggal disini sudah sangat baik untuk ditinggali. Orang-orangnya juga baik banget. Yang menurut kita baik, belum tentu baik di mata Allah. Yang menurut kita buruk, belum tentu buruk di mata Allah. Allah Maha Mengetahui sedangkan kita tidak.

Saya memutuskan untuk bertahan beberapa bulan lagi lah disini. Mungkin ikut pindah ke gang sebelah, karena kamar disini kecil. hehehe

Sekian cerita dari ophie. Selalu ada hikmah dari setiap kegundahan yang kita alami.

Wassalam..

Liburan sambil mikirin Skripsi *late post*


posted by Redblack Ophie on , , , ,

No comments

Mau nulis ini dari dulu gak jadi-jadi. Biasa, penyakit 5 huruf (m-a-l-a-s). Akhirnya sekaranglah baru jari-jari ini mau mengetikkan sedikit pengalaman berharga di akhir semester yang penuh perjuangan. Sekarang statusnya Sarjana Komputer setelah resmi diwisuda dari kampus ITS Surabaya tercinta tanggal 20 September lalu. Penuh haru namun terbayar sudah perjuangan 8 semester dengan ribuan tetesan air mata dan keringat untuk menyelesaikan beban-beban kredit semester (lebay).

Semester 8 aku jalani dengan SKS tersisa, yakni 6 SKS, tinggal satu mata kuliah yang notabene adalah pintu gerbang gelar sarjana, ialah Tugas Akhir alias Skripsi. Sengaja menyisakan satu matkul ini dengan sangat spesial, selain biar fokus ngerjain, juga lebih fleksibel untuk mengatur waktu, mengingat semester ini banyak jadwal yang mengharuskan aku pulang kampung untuk beberapa acara keluarga. Bila ditotal, dalam satu semester (setelah semester 7), dimulai dari liburan semester 7 sampai lebaran tahun ini, aku bolak balik pulkam uda 4 kali. Alamak!! Aku sih seneng ya, jarang-jarang aku bisa pulang sering kayak gini, maklum, kampungku di Kalimantan. Biasanya satu semester sekali baru pulang.

Waktu liburan semeter 7, seperti biasa terbang ke kampung halaman. Jangan dikira aku kalau di rumah bisa tidur leha-leha, disana malah aku selalu membantu ortu bekerja. Anggaplah itu kantor (bahasa kerennya), yang terletak hanya beberapa langkah dari rumah. Bangun pagi mengantar adik sekolah, lanjut mandi dan pergi ke kantor untuk membantu mencatat dan membuat nota orderan. Ceilehhh kantor? *sambil cekikikan ngetik*

Hari-hari liburan di kampung halaman sangat menyenangkan, karena setiap hari bisa makan sehat dan selalu berkumpul dengan keluarga. Namun di tengah-tengah itu ada yang aku khawatirkan, ialah sebuah pembicaraan tentang 'skripsi'. Hal kayak gini yang bikin aku deg-degan. Hari demi hari kulewati tanpa pertanyaan seputar itu. Tapi pada akhirnya ortu pun menanyakan hal itu ketika gak sengaja nonton berita tentang seorang mahasiswa bunuh diri gara-gara gak dapat judul skripsi

"Kamu gimana, Pi? udah punya judul Skripsi, kan?"

*nelan ludah* Sontak aku jawab punya lah, karena sebelumnya aku sudah pernah konsultasi judul skripsi ke salah satu calon Dosen Pembimbing Skripsi di kampus. Respon beliau positif dan menganggap ideku layak untuk dijadikan topik TA. Untuk memperkuat skripsi itu juga perlu data real, pada topik ini aku manfaatkan data penjualan dari usaha ortu ini. Jawabanku bisa jadi memuaskan ortuku. Soalnya habis itu gak bahas skripsi lagi, Hehe

Sebenarnya skripsi ini cukup membuatku galau banget, soalnya ada beberapa teman yang sudah pada sidang proposal di semester 7. Bahkan ada yang lulus 7 semester. Walau teman-teman dekatku belum. Oleh karenanya kita sama-sama galau. Haha 

Hati dan ide skripsiku agak bertolak belakang. Perlu diketahui bahwa di jurusanku terdapat 3 laboratorium (lab) khusus Tugas Akhir. Lab ini yang menentukan jenis dan dosen pembimbing tugas akhir kami nantinya. Anggap saja Lab 1, Lab 2, Lab 3. Aku ingin mengembangkan kemampuanku pada Lab 3, tapi topik yang ada di otakku cocoknya untuk Lab 1. Makanya kemarin aku konsultasinya sama Dosen dari Lab 1. Rasanya hati ini gak sreg. 

Dengan tujuan agar ortu gak khawatir, aku gak terlalu menampakkan kegalauan ini ketika di rumah. Yang paling penting adalah aku harus lulus tepat waktu. Harga mati dah. Alhamdulillah kan lulus Wisuda #110 ITS. Kisah skripsian bakal aku tulis terpisah (tapi kalau lagi rajin nulis). 

Wassalam..

Tes Golongan Darah di PMI Surabaya


posted by Redblack Ophie on , , , ,

1 comment

Sampai usia 22, aku belum tahu golongan darahku apa. Soalnya belum pernah tes golongan darah, apalagi donor darah. Gak yakin kalau mau donor darah, pasti ditolak, soalnya badan ini kurang berisi alias kurus. wakakakaak. 

Hari ini aku tes golongan darah sama salah satu temanku. Dianya ngajak karena penasaran sama golongan darahnya, ya aku juga sih penasaran. Yah gimana ya sekarang lagi musimnya artikel atau bacaan tentang karakter kita berdasarkan goldar ini. Aku sih yakin kalau aku goldar O, gimana lagi kan ortu dua-duanya goldar O. Kalau aku bukan O, terus aku anak siapa? hahaa. Selain itu waktu baca-baca juga goldar O kurang lebih karakternya kayak aku, yang kalau ngerjain tugas suka pada jam-jam terakhir. wkwk

Kita sudah pernah ke puskesmas area kampus sih dulu untuk tes goldar, tapi kesiangan, uda tutup. Katanya kalau mau tes goldar kudu pagi-pagi, jam 8an gitu. Jadi gak jadi deh. Untuk yang hari ini tadi, pilihan kita tertuju pada salah satu gedung PMI di Surabaya. Kita memilih disana karena sudah tentu yang diurus pasti masalah darah-darahan. haha. Selain itu temanku tadi juga mau sekalian donor darah. Aku nggak dulu deh, mau gemukin badan dulu. hehe

Sampai disana, karena cuma aku yang mau tes darah, jadi cuma aku yang mendaftar di loket administrasi dan membayar biayanya yang sangat terjangkau. Setelah itu disuruh cari ruang apa gitu, lupa. Tempatnya di lantai 2. Namun sebelum kesana kita mampir dulu di loket donor darah. Jadinya temanku tadi mendaftar dengan mengisi fornulir calon pendonor, Ada 3 jenis formulir, pendonor baru, pendonor rutin, dan pendonor rombongan. Ya tentu saja dia mengisi yang pendonor baru. Kan belum pernah donor. haha. Betapa takjubnya aku waktu ngeliat beberapa orang mengisi form donor rutin. Masyaa Allah. 

Setelah itu temanku kasih formnya ke petugas loket, nunggu panggilan. Akhirnya tiba gilirannya, dia dites goldarnya apa, terus dites HBnya. Eh, siapa nyana, dia gugur di tes pertama. Gak jadi deh donor. hehe. Setidaknya bisa tau goldarnya secara gratis. hehe.

Habis itu gantian dia yang nemenin aku nyari sebuah ruangan di lantai 2, bingung dah kita soalnya nama ruangannya gak ada yang sama dengan nama yang kita disuruh nyari. Akhirnya kita tanya ke salah satu ruangan yang berisi staff PMI disana. Dikasih tau, terus nemu lah ruangannya. Aku diminta mengisi identitas di sebuah kartu goldar yang dikasih. Setelah itu aku masuk di ruangan tadi dan ditusuklah salah satu jariku dengan sebuah alat (lebih mirip pulpen) untuk mengeluarkan darahku sesuai kebutuhan. Habis itu aku disuruh menunggu di luar kurang lebih 15 menit.

Di depan ruangan aku duduk lagi dengan temanku yang tadi. Aku dagdigdug apa golongan darahku. Kenapa aku degdegan? Haha. Karena aku takut goldarku bukan O. Kalau kenyataan demikian, maka aku anak siapa perlu dipertanyakan kembali. Apalagi wajahku tidak mirip dengan saudara-saudaraku yang lain. Hiks.

Akhirnya keluarlah hasil tesnya. Dan, taraaaaaa!!!! I'm an O, sodara sodaraaaaaaaaa!!!

Kartu golongan darahku

Seneng bukan kepalang lah. Cuma aku yang tahu perasaan ini. wkwk. Sekarang kita uda tahu goldar kita masing-masing. Jadi tau deh karakter kita cocok gak sama yang di artikel-artikel itu, apa cuma asal nulis aja. Hayoooo ^^