Choi Daniel ^_^


posted by Redblack Ophie on ,

No comments


Oh Boy, why are you so so so soooo cuuuutee!!!
Choi Daniel, in Kdrama titled "Ghost", I saw him but it didn't make me interest in him. But when I saw kdrama titled "School 2013", I saw him as a teacher with a lot of charisma.. 
And then I looked for any drama of him.. I found "Baby Faced Beauty". And he was a cute boy there.. Oh baby, he was so cute.. ^_^



Good luck for your success, Oppa!!
I like your smile ^_^

Jangan Lupa Makan, Nak!


posted by Redblack Ophie on , ,

No comments

Saya sekarang sedang berada jauh dari orangtua dalam rangka melanjutkan pendidikan setelah lulus SMA kurang lebih 3,5 tahun yang lalu. Saya anak kedua. Pentingkah saya memberitahu anda? ^_^

Begini ceritanya. Karena saya anak kedua, saya tidak sering ditelepon oleh orangtua seperti seorang anak sulung yang sehari-harinya selalu ditanya ngapain aja, sudah makan belum, gimana kabarnya? sehat?, dll. Saya hanya ditelepon sesekali saja ketika mungkin orangtua sedang kangen atau ketika saya yang meminta untuk ditelepon.

Ketika saya menerima telepon yang jarang tersebut, dan ditanyakan "Uda makan belum? Gimana kabarnya? Sehat?", itu sudah cukup membuat mata ini berkaca-kaca. Saya tidak tahu bagaimana perasaan anak yang setiap hari ditelepon ibu atau bapaknya, mungkin air matanya cukup untuk memenuhi satu botol air mineral yang kosong. Kadang-kadang ketika saya berada di sebelah teman yang sedang menerima telepon dari ibu/bapaknya itu cukup membuat saya sedikit iri. Tapi sebenarnya kasih sayang orangtua tidak bisa direpresentasikan serta merta hanya dengan intensitas telepon untuk menanyakan kabar kita.

Di tahun pertama saya kuliah, Papa saya datang ke kota ini dan berkunjung ke kampus pada malam hari yang saat itu saya sedang mengerjakan tugas bersama teman-teman di aula asrama kampus. Dan ketika itu saya ingat benar Papa saya dengan sumringahnya bilang, "Wah, Opi tambah seger ya badannya. Papa itu tahunya kamu pulang malam terus, dikira bakal tambah kurus.". Betapa senangnya wajah itu dan sangat terlihat bahwa kesehatan saya menjadi kelegaan tersendiri bagi kekhawatiran mereka. Papa saya sampai-sampai datang ke kampus untuk melihat kegiatan di kampus, beliau sedikit tidak percaya dengan kegiatan saya. Bisa jadi saya hanya cangkrukan dan main-main. Beliau juga sangat lega melihat keramaian mahasiswa yang berada di aula asrama, mungkin dikirain ketika malam itu sudah sepi dan berbahaya. Tapi ya beginilah kampus ini, sepertinya ketika kamu berkuliah disini, kamu bisa berubah menjadi manusia malam. hehe

Sejujurnya saya baru memikirkan ini sekarang, bahwa orangtua sangat berharap kondisi kita dimana saja sehat wal afiat. Setelah mendengar ungkapan-ungkapan dari orangtua saya ketika bertemu setelah sebelumnya berpisah beberapa bulan. Mungkin sebelum-sebelumnya hanya memikirkan kuliah dan senang-senang saja. Huft

Alhamdulillah saya selalu diberikan kesehatan oleh Allah Subhanahuwata'ala sehingga saya jarang sakit. Saya selalu bertekad jangan sampai tidak makan berat kurang dari 3X sehari. Tapi kadang-kadang juga ternyata kemalasan makan itu menghampiri. Sebenarnya saya selalu teringat orangtua saya ketika saya malas makan, betapa sedihnya mereka ketika tahu kita tidak makan teratur, nanti kalau sakit tambah susah lagi. Setidaknya kita bisa mengurangi kekhawatiran mereka dengan makan yang teratur setiap hari. 

Soal kecukupan gizi, harus kita yang mengaturnya demi senyum orangtua. Selain itu juga kita harus berhati-hati dalam berkendara, gan! Meskipun saya sudah berusaha untuk menjaga pola makan, tapi kejadian saya kecelakaan semester kemarin, cukup membuat saya menyesal telah memberi kabar buruk ke orangtua saya.

Jadi waktu itu saya sedang terburu-buru dan niatnya mau mengambil jalan pintas ke kampus tanpa melewati bundaran kampus yang seharusnya. Belum sampai melanggar marka jalan itu, mobil dari arah kiri menyenggol motor saya dan alhasil saya jatuh, helm lepas, spion pecah, jempol kanan retak, pergelangan tangan kanan gak bisa gerak. Ini adalah kecelakaan pertama saya semenjak saya bisa mengendarai motor. Oleh karenanya ketika di rumah sakit saya langsung mengabari Mama saya di rumah. Saya langsung ditelepon dengan nada suara yang biasa saja. Ya tapi saya yang nangis, hehe. Saya menceritakan semuanya di telepon tanpa memikirkan perasaan orangtua yang mendengarnya.

Ketika saya dibawa pulang oleh Paman saya, beliau bilang sesuatu ketika di mobil, "Kamu gakpapa kan, Pi? Harusnya tadi gak usah kasih tau mamamu. Tadi mamamu nangis langsung nelpon aku."

Masya Allah! Mendengar itu cukup membuat saya menyesal memberi kabar buruk ke orangtua tanpa memikirkan perasaan mereka. Mungkin waktu itu mama saya sedang berakting tidak khawatir, tapi padahal saya sudah membuat mama saya mengeluarkan air mata. Kalau ingat ini, saya sedihnya bukan main. Kenapa saya begitu ceroboh berkata?!! Memang penyesalan ada di belakang, kalau di depan namanya pendaftaran. hehe

Untungnya (masih ada untung), dalam kecelakaan tersebut saya tidak perlu merepotkan orangtua untuk membayar uang rumah sakit, karena alhamdulillah si penabrak mau bertanggung jawab. Alhamdulillah.. Bagaimana ketika kita sudah membuat orangtua menangis, lalu membuat mereka mengeluarkan sejumlah uang? Anak memang masih tanggung jawab orangtua, namun anak harus menjaga kesehatan dan keamanan diri agar orangtua selalu tersenyum dan lega dengan kabar kita.

Boleh jadi dengan mengabarkan suatu hal dengan halus walaupun kabarnya tidak menyenangkan. Yang terpenting tetaplah kesehatan. Oleh karenanya, saya sangat tidak setuju dengan anak-anak yang menghemat uang mereka dengan menghemat makan. Karena dampak merusak pola makan cukup besar dan mungkin lagi-lagi akan membuatorangtua menangis.

Waktu kerja praktik kemarin adalah bersamaan dengan bulan puasa. Membuat pola makan saya sangat tidak teratur. Ketika bangun sahur, saya seringkali hanya minum air putih saja atau dengan makan mie instan saja. Belum lagi ditambah dengan pekerjaan yang diberikan di tempat kerja. Mungkin bagi saya biasa saja, toh saya masih bisa hidup dengan keadaan seperti itu.

Tapi ketika saya pulang kampung dan orangtua melihat tubuh ini yang semakin kurus kerempeng, mama saya langsung bilang, "Ya Allah, Pi. Kurusnya juga badanmu. Kurus banget. Kasihan mama ngelihatnya.".

Saya melihat kekhawatiran itu pada mata Mama saya. Ungkapan itu benar-benar tulus dari hatinya. 

Saat itu saya sadar bahwa orangtua selalu menanti kedatangan kita dan berharap keadaan kita selalu sehat dan seger. Oleh karenanya ketika di rumah, saya melakukan perbaikan gizi. hehe

Sekarang saya mengembalikan tekad itu, saya harus sehat dan tidak kurus. ^_^
Makan 3X sehari dan berhati-hati dalam berkendara. Kalau bisa ditambah berolahraga walau tidak setiap hari.

So, buat kalian jangan sampai sakit gara-gara jarang makan, ya! Secara tidak langsung itu membuat orangtua bersedih ketika mereka mengetahuinya. Walaupun kalian tidak memberi tahu kalian jarang makan, tapi mereka akan tahu ketika kalian sakit. Jadi pilih yang mana? ^_^

Semoga note ini bisa dijadikan bahan renungan bagi yang mengalami kejadian yang sama dengan saya. Diambil positifnya aja ya, jeleknya dibuang. ^_^



eat well, live well!

Berhenti di depan stop line? Ente bukan anak Tarakan!


posted by Redblack Ophie on , , ,

No comments

Teman-teman pembaca, pasti kita tidak asing dengan pemandangan ini?





Foto di atas kuambil saat berhenti di perempatan Raya Darmo - Polisi Istimewa, Surabaya. Selama dua tahun lebih kuliah di kota pahlawan ini, aku sudah biasa melihat orang-orang berhenti di depan garis putih lampu lalu lintas. Awalnya ini cukup asing dan cukup membuatku mengomel dalam hati. Namun lama kelamaan kebiasaan orang kota ini menular padaku. Mungkin karena keadaan yang sangat macet dan tujuan perjalanan yang jauh membuat malas untuk mengantri di belakang. Belum lagi tangan-tangan pengendara yang hobi memainkan klakson --'.


Namun semua berubah ketika aku kembali ke kota kelahiranku, Tarakan. Setiap liburan semester kusempatkan pulang kampung untuk bertemu keluarga dan teman-teman disana. Yah begitulah... Rasanya 'nyesek' setelah apa kebiasaan yang sudah kuserap dari kota perantauan. Di kota kelahiranku tak pernah ada yang berhenti di depan stop line lampu lalu lintas. Damai rasanya kembali menikmati suasana disiplin dan tentu tanpa nada-nada falesnya klakson. Sungguh diri ini malu ketika sadar pernah meninggalkan budaya kota ini yang disiplin.

Kutampilkan foto kotaku yg BAIS (Bersih Aman Indah Sejahtera). Betapa bangganya aku dengan kesadaran masyarakatnya yang disiplin :').


Gambar di atas bukan kebetulan, tapi memang sehari-harinya masyarakat disana tidak pernah berhenti melewati garis putih di lampu merah. Foto ini diambil oleh salah seorang teman sangat dekat denganku, karena aku sedang tidak bisa mengambil foto langsung ke kota kelahiranku itu.  Terima kasih ya abang, telah dengan ikhlas memotretkan momen berharga yang bisa dijadikan pelajaran buat kita semua.

Betapa kumerindukan suasana damai dan tenang disana. Namun aku harus kembali ke kota perantauan sampai kuliahku selesai. Semoga aku tetap bisa membawa budaya kota kelahiranku yang sadar akan kedisiplinan lalu lintas.

Buat teman-teman lain, teman seperjuanganku di Tarakan yang sekarang sedang merantau di kota besar, dan melihat budaya yang menyimpang di kota itu, saya pesan jangan sampai kita pulang ke kota kelahiran kita dengan membawa kebiasaan yang buruk, ambil yang baik-baik saja ya. 

Setelah melihat kejadian ini, apakah ketika semakin besar kota semakin hilang kesadaran masyarakatnya? Tanya kenapa? Tanya ke siapa?

Alhamdulillah


posted by Redblack Ophie on

No comments


Bersyukuuuuurr aku didekatkan dengan orang-orang yang selalu mengingat Allah.. sehingga selalu mengingatkanku ketika ada salah.. dan selalu menasihatiku dalam kebaikan.. alhamdulillah.. :)

Membangun Tim Proyek : Sendratari part 1


posted by Redblack Ophie on

No comments

(dari pojok kiri atas) Arina, Adib, Suvi, Ophie, Ivo, Nia
Langsung loncat ke MPTI pertemuan 16 kayaknya seruuuu! hehe

Disinilah sendra tari part-1 nya MPTI dimulai!! Jadi masing-masing kelompok membuat sendra tari yang di dalamnya terdapat unsur-unsur MPTI alias Manajemen Proyek Teknologi Informasi sesuai dengan yang telah diajarkan di kelas.

Dalam pertemuan kali ini ada 5 kelompok dari kelas C dan D yang akan mempertunjukkan sendra tarinya di depan juri juga penonton. Ini juga sebagai contoh untuk kelompok saya yang mendapat giliran tampil paling belakangan. Masih 2 minggu lagi. :))

Nah nah kelompok pertama yang maju sudah mendapat sorotan yang menarik oleh para juri dan penonton. Kelompok ini sangat kompak dan sangat memenuhi unsur-unsur MPTI di dalam ceritanya. Bahkan terdapat perbandingan antara proyek yang memiliki Manajemen Proyek yang baik dengan proyek yang langsung dilaksanakan tanpa perencanaan yang matang. Luar biasa menarik! Ndewwwwwoooooo kalau kata anak-anak. hehe

Kelompok lainnya juga sudah bagus namun dirasa dalam penyampaian unsur proyeknya masih implisit. Maka dari itu untuk kelompok yang akan datang harus menampilkan sendra tari dengan memasukkan unsur-unsur MPTI secara eksplisit, kalau bisa di setiap sesi dramanya terdapat unsur-unsur tersebut.

NB : pertemuan-16 MPTI

Aku dan Tarakanku (Part 1) :D


posted by Redblack Ophie on ,

No comments

Suasana malam yang sangat jarang kurasakan, adalah seperti ini ketika hanya terdiam di depan laptop karena tidak ada due date tugas buat besok. hehe


Ada hal yang sangat ingin aku dokumentasikan, ialah banyak perbedaan kebiasaan baik ucapan, perilaku, ungkapan, selera, makanan yang kutemukan, antara aku yang dari lahir sampai lulus SMA tinggal di kota Paguntaka alias Tarakan, dengan orang-orang yang ada di sekitarku ini (Surabaya) sejak hampir dua tahun yang lalu.

Logat bahasaku yang mungkin 'aneh' bagi mereka dan seringkali menjadi bahan tertawa karena ke-aneh-an yang sepertinya tabu di telinga mereka. Tapi dengan begitu aku akan lebih mudah diingat dan dikenali oleh mereka. hehe

Ada banyak kata yang membuat mereka bertanya apa maksudnya, apa sebenarnya yang aku bicarakan. Kira-kira ini kata-katanya :
"bah"
"nah"
"lah"
"kah"
"kasih mati, kasih hidup, kasih besar, kasih kecil,....."
"kau"
"tu nah"
"tu lah"
"ya lha tu"
"besar betul, kecil betul, jauh betul, ......."
"laju"
"turun"
Kira-kira itu yang aku ingat. Nanti kalau ada lagi, bakal aku posting lagi "kata2" yang tabu di telinga mereka di blog ini hehe.

Sahabat adalah :)


posted by Redblack Ophie on

No comments

 

Sahabat itu adalah orang yang mengingatmu, mengajakmu kalau sekiranya dia butuh teman untuk melakukan sesuatu. Sahabat adalah orang yang memberimu kabar serta menanyakan kabarmu ketika berkomunikasi.


Sahabat adalah yang pernah merindukan saat-saat senang maupun susah.


Sahabat adalah yang pernah tersenyum ketika mengingatmu.


Sahabat tak kenal jarak dan waktu, sejauh dan selama apapun berpisah, ketika bertemu tidak akan terasa bedanya dengan sifat dia pada waktu kalian masih bersama-sama dulu.


Sahabat adalah yang pernah memberimu kejutan agar kamu senang.


Sahabat adalah yang memaafkan kesalahanmu dan tidak akan tahan lama-lama tidak berteguran dan bercanda tawa denganmu.

Sahabat adalah yang mengajakmu sharing untuk mengurangi beban pikiranmu.


Sahabat adalah yang memberi nasihat dari apa yang menyimpang darimu.


Sahabat adalah yang men-traktir-mu kalau ulang tahun. wkwkwkwk


Di atas adalah apa yang pernah kurasakan dari mereka :)

lagi lagi Team Building :D


posted by Redblack Ophie on

No comments

Hari Kamis sore di pertemuan ke-8 mata kuliah MPTI diundanglah seorang Instruktur tamu bernama bapak Markus yang akan mengisi jalannya perkuliahan secara outdoor. Setelah sekian lama tidak merasakan kuliah outdoor yang notabene biasanya malah adanya kuliah lab terus. hahaha


Seperti biasa dalam team buliding pasti akan ditanya arti secara harfiah maupun definisi yang berhubungan dengan istilah tersebut. Saya rasa sudah banyak yang tahu :)

Biasanya dalam team building, yang namanya outdoor itu identik dengan simulasi yang nantinya terdapat pembelajaran yang bisa diambil darinya. Nah disini kami juga diberi dua game yang akan dijalankan secara berkelompok. uyeee

Game I,

Read more »

Kelompok Proses Manajemen Proyek


posted by Sovie Putri Surya on

No comments

Manajemen proyek tentu memiliki proses agar berjalan secara tertata dan berurutan. Ada 5 proses dalam proyek yang saling berhubungan, yaitu :

  1. Proses inisiasi ( initiating )
  2. Proses perencanaan ( planning )
  3. Proses pelaksanaan ( executing )
  4. Proses pengawasan & pengontrolan ( monitoring & controlling )
  5. Proses penutupan (closing)

Read more »

Konsep Proyek dialunkan dalam puisi :)


posted by Sovie Putri Surya on

No comments

Bertemu MPTI lagi di hari Senin pagi. Wahhhh.. Pagi yang disambut dengan pengumuman 10 terbaik puisi/pantun tentang proyek yang merupakan tugas 1. Harap-harap cemas, ternyata saya tidak masuk. wkwkwkwk..


Usai diumumkan, 8 dari 10 temen-temen terbaik disuruh maju untuk membacakan karya mereka. Wao! sungguh unik dan kreatif, jauh dengan punya saya yang biasa-biasa saja. Suasana kelas sangat terhibur dengan penampilan mereka.

Read more »

Kuliah Tamu (26 Feb 2012) : Project Management in Contruction


posted by Sovie Putri Surya on

No comments

Kuliah tamu
Di hari Kamis sore, 23 Februari 2012, diadakan kuliah tamu MPTI yang diisi oleh pembicara yang merupakan teman baik dari Bu Raras, nama beliau adalah Tri Joko Wahyu Adi, PhD. Tepat pukul setengah empat lewat lima menit, alias telat sekitar lima menit-an, ruangan sudah penuh dan lagi-lagi saya kebagian bangku di belakang. Waktu itu, bu Irma, salah satu dosen MPTI juga ternyata masih membacakan curiculum vitae dari pembicara, jadi saya belum ketinggalan materi. Setelah semua siap dan bapaknya juga sudah tidak sabar untuk memberikan materi, dimulailah kuliah tamunya.

Read more »

Bukan Mind Map, tapi ...


posted by Sovie Putri Surya on

No comments

Senin pagi bertemu lagi dengan mata kuliah ini, yang sudah memasuki materi yang sebenarnya (wow!). Sesuai RP (Rencana Pembelajaran), hari ini kita akan mendapatkan Tugas 1, yaitu mind mapping tentang konsep proyek. Jangan lupa mencataaaaat, teman-teman! :D

Read more »

Tetap Update Blog Walau Tidak Ada Tugas Kelas


posted by Sovie Putri Surya on

No comments

Di hari Kamis sore, dimana hari itu terdapat dua mata kuliah yang selang waktu antara keduanya sangat jauh sekali. PSDP jam 7 pagi, lalu kosong, dan MPTI baru dimulai jam setengah 4 sore. Biasanya waktu-waktu seperti ini membuat mahasiswa yang sudah pulang ke kos, malas untuk datang kembali ke kampus, termasuk saya. hehe

Masih di minggu pertama perkuliahan MPTI, masih minggu perkenalan. Karena suatu alasan yang tadi, saya hampir telat datang dan alhasil bangku yang kosong adanya di belakang, sangat tidak enak. Syukur sudah fotokopi salah satu referensi, jadi tidak perlu banyak mencatat, apalagi kalau duduk di belakang susah kelihatan slide yang dipresentasikan oleh sang dosen.

Beberapa yang dijelaskan oleh Bu Raras adalah seperti berikut.
Project Attributes ada 6 poin :

Read more »

MPTI di hari Senin pagi


posted by Sovie Putri Surya on

No comments

MPTI memiliki kepanjangan Manajemen Proyek Teknologi Informasi / Sistem Informasi. 

Hari pertama perkuliahan sudah dihadapkan dengan mata kuliah MPTI yang notabene memiliki 6 sks. Oh meeen!! Tapi tidak perlu takut, mari dengan bismillah menjalani mata kuliah ini dengan rajin.

MPTI di hari Senin pagi. Nah yang namanya pertemuan pertama, pasti isinya hanya perkenalan saja dan pembagian RP (Rencana Pembelajaran) dari mata kuliah tersebut. Yup, MPTI juga begitu. Diawali dengan dibukanya kuliah oleh Ibu Raras Tyasnurita, dosen yang baru pulang dari pendidikan S2 di Taiwan. Dosen baru bagi saya, baru diajar juga baru melihat pertama kalinya. Selain itu juga ada Pak Holil sebagai team teaching MPTI juga selain ibu Raras.

Read more »

Tarakan, I’m Coming!


posted by Sovie Putri Surya on , ,

No comments

Akhirnya setelah lebaran tahun lalu, aku balik lagi ke kota kecil yang Bersih, Aman, Indah, dan Sejahtera (baca: Tarakan) ini. Liburan semester ganjil tiba dan tidak ada alasan untuk tidak pulang kampung, berkumpul dengan keluarga disini, teman-teman, dan tentu saja dia ;). Awalnya hasil nilai semester menghalangiku untuk segera pulang, karena bisa saja sesuatu yang tidak diharapkan terjadi. Namun menunggu hal yang tidak pasti kapan keluarnya membuatku semakin terpuruk disana (baca: Surabaya).

Read more »