Ketika Mereka Mengeluhkan Singa Udara


posted by Redblack Ophie

No comments

Singa Udara dari dulu sampai sekarang masih aja penuh kritikan dari penumpangnya. Banyaaaak banget yang ngeluh di medsos ngomongin tentang Singa Udara. Apalagi baru-baru ini, ada armadanya yang tergelincir.

Ada yang bilang kapok naik Singa Udara, ada yang bilang kalau gak kepepet gak bakal milih naik Singa Udara. Ada yang bilang apalah apalah. Sudah tentu mereka bilang begitu karena mereka punya banyak pilihan penerbangan di kota mereka.

Sangat berbanding terbalik dengan keadaan kami, makhluk-makhluk di pulau kecil yang dalam sehari hanya ada beberapa penerbangan. Dan lebih 50% dari semua penerbangan disini didominasi oleh Singa Udara. Hampir semua penerbangan harus transit terlebih dahulu jika ingin terbang ke Jawa. Hanya Singa Udara yang menyediakan penerbangan langsung tanpa transit ke beberapa kota di pulau Jawa. 

Kalau saya sih, lebih memilih pesawat yang langsung sampai tujuan tanpa transit, karena hanya memerlukan waktu 2 jam dari yang biasanya minimal 4 jam baru sampai. Dan saya pernah ditanya oleh beberapa teman saya, "Koq Singa Udara? Kan begini.. begitu.. begono..". Saya mau jawab apapun, tetep aja Singa Udara jelek di mata mereka. 

Di hari-hari biasa seperti ini (Bulan Februari-Maret) yang sepi penumpang, penerbangan yang tanpa transit ditiadakan sementara. Jadi kami hanya bisa menikmati penerbangan yang waktu sampainya panjaaaaang banget. Walau gak ada penerbangan tanpa transit, pilihan pertama pasti tetap jatuh di maskapai Singa Udara, satu lagi karena harganya yang lebih murah dibanding penerbangan lainnya. Selain itu, jadwal penerbangan yang banyak pilihan, dan saya rasa jam-jam nya paling bisa disesuaikan dengan jadwal kerja, atau pun jadwal lainnya. Entahlah..

Saya gak tau kenapa saya merasa mereka terlalu arogan untuk tidak memilih Singa Udara, sedangkan justru kami tidak punya pilihan lain yang lebih available dari Singa Udara. Sekali lagi yaaa.. karena keadaan kita berbeda. Ketika kami tak punya pilihan, lalu mereka bilang bahwa Singa Udara itu berbahaya, mengecewakan, dan lain-lain.

Well, think again, Guys! If you were me, how will you feel when you read or hear about the negative things about something that we have no choice except that thing? 

Hanya bahan renungan.

Wassalam..
Ophie

Mitos Orang Kurus


posted by Redblack Ophie on ,

1 comment

Dari lahir sampai jaman kuliah badan ini gak pernah lebih dari 48 kilo. "Enak banget kamu makan banyak, tapi badan segitu2 aja. Nah kita, ngemil dikit langsung melar", kata siapapun yang ketemu, terkhusus para wanita dewasa yang pengen kurus. Saya juga tidak tahu kenapa. Semoga bukan karena apa2 kenapa koq saya gak bisa gemuk. Hehe


Namun semua berubah ketika saya sudah mulai kerja di Jakarta. Setiap harinya, sebelum berangkat kerja, saya rutin sarapan pagi. Dan sarapan saya selalu makanan berat, contoh : nasi uduk, nasi kuning, bubur ayam, indomie goreng. Lalu di jam istirahat, saya selalu makan siang dengan rekan kerja. Apalagi di awal2 kerja, saya dapat proyek di perusahaan klien yang menyediakan makan siang gratis setiap harinya, dengan menu 4 sehat, dan jumlah nasi sepuasnya. Karena kerjaan yang mengharuskan saya makan banyak dengan alasan supaya bisa konsentrasi tanpa laper, jadilah nafsu makan saya yang semakin hari semakin melunjak dibarengi dengan alasan "mumpung gratis". Hahaha. Belum lagi pulang kerja, saya selalu makan malam. Jadi setiap hari saya rutin makan 3 kali sehari. Harus 3 kali, supaya saya sehat dan tidak membuat orang tua di rumah khawatir, melihat saya tinggal sendiri di Jakarta tanpa ada keluarga satu pun. Hanya itu pikiran saya waktu itu.

Dan apa hasilnya? Berat saya mencapai angka 53 kilo. Baju2 kerja terasa sempit, baju sehari2 pun terasa sempit. Badan terasa gerah dan gampang berkeringat. Ffffiiiuuuuhhhh... Siapa bilang saya gak bisa gemuk? Semua itu mitos, Guys!!

Ada yang bilang lebih bagus badan saya seperti ini, karena lebih berisi. Kalau dulu terlalu kurus dan terlihat kurang sehat. Tapi menurut saya mah ini kegemukan, baju2 uda sempit semua. Hahahaa

Jadi intinya begini ya, Sodara2..
Orang kurus gak bisa gemuk itu 100% MITOS. Buktinya saya, sekarang mau balik ke angka di bawah 50 aja susahnya. Hahaha. 

Gemuk kurusnya orang itu tergantung seberapa banyak dia makan. Wkwkwkwk. Mungkin dari kecil sampe kuliah, saya makan seadanya saja, kalo sempet ya makan, kalo nggak ya malas makan. Nah pas kerja, saya rutin makan 3 kali sehari, dan semuanya makanan berat. Saya rasakan sendiri perbedaannya. Ternyata badan saya bisa melar juga. Hehe

Hanya saja saya akui, kalau saya malas makan beberapa hari, berat badan saya bisa langsung turun beberapa kilo. Begitu.. ^^

Jadi intinyaaa.. syukuri semua yg kita miliki. Terkadang rumput tetangga memang lebih hijau. Hehehe

Wassalam..
Ophie ^^

Berkat pernah bekerja disana


posted by Redblack Ophie on , , , ,

No comments

Meski berakhir dengan kesan yang kurang mengenakkan, di sisi lain dampak positif dari pernahnya bekerja disana telah banyak terasa. Tentu hal yang mengecewakan adalah dari segi birokrasinya yang kurang menghargai keberadaan pekerja yang sudah berkontribusi positif terhadap pencapaian perusahaan. Tak ada yang kebetulan, semua sudah diatur oleh yang Maha Mengatur. Yang sungguh saya syukuri adalah pernah bertemu teman-teman super yang sangat apresiatif satu sama lain sehingga tingkat percaya diri saya ketika bekerja disana meningkat drastis.


Bukan cuma saya yang menyadari perubahan perilaku saya yang awalnya pemalu menjadi orang yang lebih supel, percaya diri, dan lebih penyabar. Semua yang pernah kenal saya sebelum saya bekerja, berkata demikian. Termasuk dia, yang sekarang jadi orang spesial di hati saya. ^^

Alhamdulillah, disana pekerjaan saya sesuai dengan jurusan kuliah dulu. Dan saya memang orang yang cepat mengerti dengan apa yang saya pelajari. Saya bisa mempertanggungjawabkan itu. Dan sudah saya buktikan disana. Kesan dan pesan mereka ketika farewell tentang saya, begitu. Mereka bilang kemampuan saya selangkah di depan di antara teman-teman sebaya saya yang lain. Sehingga pun, atasan saya meminta saya membuatkan beberapa tutorial semacam modul belajar yang mudah dimengerti oleh teman-teman yang lain. Peninggalan jejak saya disana cukup 'terlihat', dan tentu pengunduran diri saya disana membuat mereka kehilangan satu bibit unggul yang cukup bisa diandalkan. Sekali lagi, bukan saya sombong, hanya saja itu kenyataan. Hehe

Tingkat PD saya tak mungkin meningkat drastis tanpa dukungan teman-teman disana. Senior-senior yang selalu mengapresiasi dan percaya dengan kemampuan saya, sangat memperlakukan saya dengan baik, dan menganggap saya adik paling kecil. Hihihiii

Di minggu-minggu awal bekerja, saya pun kenal dengan 2 cowok yang masuknya bareng dengan saya. 2 makhluk ini jadi sohib saya dari awal masuk, jadi teman main, teman curhat, teman apapun lah hehe. Baik banget. Sekitaran 3 bulan awal, saya dan 2 makhluk ini bekerja dalam satu proyek. Makanya kita jadi akrab banget. Salah satu yang membuat saya jadi lebih penyabar adalah karena saya berada di antara cowok-cowok. Yang kalau bercanda, gak pake hati. Padahal kalau cewek uda nyelekit gitu deh. Cuma yaaa dibiasain aja lah. Hahaha. 

Proyek kedua saya bersama dengan 2 orang senior cowok. Orangnya baik banget, ngalahan banget, dan saya benar-benar merasa punya 2 kakak cowok yang care banget sama adeknya, hehe. 2 senior ini sangat percaya dengan kemampuan saya, dan benar-benar membuat tingkat percaya diri saya melonjak drastis. Thanks a lot, Big Brother! ^^ You were contributed to change my personality. ^^

Proyek ketiga saya adalah proyek internal kantor. Disini saya dipasangkan dengan seorang senior cowok yang rada serem kelihatannya, tapi ternyata care bangeeeeetttt dan nganggap saya kayak adek kecil. Hehe. Disini senior ini juga sangat apresiatif dengan kemampuan saya. ^^

Dan dampak positif dari pernahnya bekerja disana, telah terasa sekarang. Disini saya lebih percaya diri untuk mengatur bawahan. Walau di minggu awal saya sempat menangis, karena memang mengatur bawahan itu sangat sulit. Dan setelah 2 bulan, saya sudah akrab dengan bawahan-bawahan disini. Kita sudah sering tertawa bareng. Di sisi lain, saya tidak kehilangan rasa hormat dari mereka.

Tempat saya bekerja dulu, tak bisa lah saya tak ucapkan terima kasih. Karena berkatnya, saya jadi lebih berkarisma. Haha.

Terima kasih, kantor saya yang dulu. ^^

Untuk apa gelar Sarjana-mu?


posted by Redblack Ophie on , , ,

1 comment

"Kok pulang?"
"Disana mau kerja apa?"
"Bukannya disana malah susah ya cari kerja?"
"Sayang S1 nya.."
"Terus buat apa kamu kuliah sarjana kalau ujung2nya jualan?"

Itulah yang ditanyakan teman-temanku akhir-akhir ini. Diriku pun, dulu sempat bertanya demikian.


Tapi sekarang kebalikan.

"Kok gak pulang?"
"Kamu kerja apa koq gak bisa pulang?"
"Disini memang gaji tinggi, tapi biaya hidup juga tinggi. Biaya pulang juga mahal, kan?"
"Bagaimana cara kamu mempersembahkan S1-mu untuk orangtua?"

The best one is the last question! That one came from the deepest of my heart.

Alasan no 1 -ku untuk pulang adalah karena orangtua memintaku untuk pulang. Dan memintaku untuk membantu mengelola usaha orangtuaku.

Yap. Aku adalah satu-satunya anak yang kerja di perusahaan a.k.a karyawan. Sekarang aku kerja di ibukota Indonesia, di Jakarta. Kota yang katanya keras. Ribuan orang mengadu nasib disini. Dan aku seorang PEREMPUAN. Orangtuaku berada di Kalimantan.

Basic keluargaku adalah BERDAGANG. Kakak pertamaku juga sudah punya toko sendiri. Dan hidupku selama ini dibiayai oleh hasil usaha dari orangtuaku ini.

Aku ingin mengajakmu untuk mengambil sisi berbeda tapi memiliki inti yang sama antara bekerja sebagai karyawan, dan memiliki usaha sendiri.

Mengapa di usia tertentu seorang karyawan harus pensiun? Karena memang sudah waktunya untuk regenerasi. Mengapa? Karena produktivitas pasti  berkurang dan perlu lebih banyak istirahat. Pada keadaan demikian, pasti suatu hari beliau ingin memetik buah manis dari hasil kerja di masa mudanya. Siapa buah itu? ANAK. Anak yang dibesarkan dengan kasih sayang, yang diharapkan bisa merawat dan peduli dengan orangtua yang nanti tidak bisa memberikan penghasilan seperti waktu dulu. Anak haruslah bersiap-siap untuk setidaknya sama atau lebih sukses dari orangtuanya.

Ya, memiliki usaha sendiri bukan berarti tidak memiliki usia pensiun. Pada usia tertentu, orangtua yang bukan karyawan pun, produktivitasnya akan menurun. Pada waktu itulah, anak seharusnya menghargai betapa kerasnya perjuangan orangtua untuk mencapai titik sekarang. Dan ketika orangtuamu memanggilmu pulang? Apa aku harus menolak? Gajiku sekarang sangatlah jauh jika dibandingkan dengan penghasilan orangtuaku. Aku bahkan belum pernah memberi uang pada orangtuaku. Justru orangtua yang tak tega dan masih memberiku sangu. Lantas buat apa aku jauh-jauh bekerja dan tak menghasilkan apa-apa?

Teman-teman, mengertilah~ Bekerja membantu mengembangkan usaha orangtua bukan suatu hal yang percuma. Pikiran orangtuaku akan lebih ringan, raga orangtuaku akan lebih banyak beristirahat, dan batin orangtuaku akan sangat bahagia. Selain itu akupun akan siap sedia di rumah, jadi aku akan selalu tahu bagaimana kondisi kesehatan orangtuaku.

Apa gunanya S1? Apa anak S1 gak boleh dodolan (jualan)? Bahkan waktu aku kuliah pun, sepertinya lulusannya diarahkan menjadi seorang enterpreneur. Apa aku salah nangkap? Berarti sekarang saatnya aku untuk menerapkan ilmu manajemen dan kepemimpinan itu, bukan?

Aku lulusan Sarjana Komputer, and absolutely I can apply my lessons into this sector too, right?

EH LUPA, DI JAKARTA LAGI MARAK KARYAWAN RESIGN UNTUK JADI GO-JEK. BAHKAN MANAGER PUN MEMILIH UNTUK JADI GO-JEK. Mungkin bisa di-googling alasannya kenapa.

Jika aku disini terus, aku hanya bisa pulang 2 kali setahun. Dan waktu bersama orangtua tidak lebih dari 10 hari. Gajiku habis hanya untuk bertahan hidup disini, yang biaya hidupnya tinggi.

Aku ingin menikmati weekend-ku selalu bersama keluargaku. Pengalamanku bekerja setahun disini pasti berarti. Agar aku tahu rasanya bekerja di bawah perusahaan dan kerja penuh tekanan dan pikiran. Dan yang utama adalah ilmu manajemen kerjanya yang lebih modern.

Kalau kata di Jepang, wanita sekolah tinggi bukan untuk berkarier, tapi untuk mendidik anak, itulah karier tertinggi mereka.

And for my lovely parent, just wait a little bit longer for my coming very soon ^^.

Galau Kost-kostan


posted by Redblack Ophie on , , , , ,

No comments

Marhaban Yaa Ramadhan~


Alhamdulillah bisa dipertemukan lagi dengan bulan suci penuh pengampunan ini. Semoga ibadah kita berkah ^^.

Sudah 5, 6, 7. Kurang lebih 7 bulan berjalan semenjak pertama tinggal di ibukota ini. Mengais rejeki, ceileh. Yap, rejeki saya untuk setahun ini memang disini, Jakarta. Alhamdulillah. 

Suka duka pastilah ya, perbandingannya, hmmm suka : duka = 70 : 30. Yang membuat saya senang adalah memiliki penghasilan sendiri. Bayar kos sendiri, beli makan pakai uang sendiri, jalan-jalan, belanja pakai uang sendiri. Yang sebelumnya selama 22 tahun masih dibiayai ortu. Yang jelas ini karena ortu yang sudah menyekolahkan saya dengan baik. Alhamdulillah. Selain itu saya juga memiliki lingkungan kerja yang baik, dan teman-teman kost yang sangat baik. Area perumahan kost yang sangat aman dan menyenangkan. Alhamdulillah.

Saya bilang kost saya menyenangkan, tapi kenapa judulnya koq 'Galau Kost-kostan'?

Sebenarnya saya sangat beruntung dengan kost yang sekarang. Nyaman, aman, terbilang murah, dan penghuni yang sudah Allah pilihkan untuk saya itu sumpah baiknya. Tapi... lokasi kost saya tidak begitu dekat dengan kantor. Terlebih harus melewati palang rel yang setiap 2-5 menit sekali pasti ada aja kereta yang lewat. Lelahnya menunggu di palang rel yang macet dan panas-panasan itu sungguh sangat menguji kesabaran. Macetnya membuat saya harus menunggu sampai 2-3 kali palang buka tutup baru bisa jalan dengan lancar.

Saya bilang kost saya jauh, kenapa sejak awal memilih yang jauh?

Dulu waktu saya diterima kerja, katanya, saya mau ditempatkan bukan di kantor yang sekarang, tapi yang satunya. Yang jaraknya lebih deket dari kost-an saya dan gak perlu melewati palang kereta terutama. Karena waktu itu h-1 kerja baru ke Jkt, ya udah langsung tinggal disitu aja. Hari pertama dan kedua masih diantar-jemput. Fine! Setelah itu beberapa bulan masih dengan polosnya menjalankan hari-hari melewati rel kereta. Sekarang baru kerasa kerja udah mulai berat. Kudunya tidak perlu melelahkan diri di jalanan. Cukup di kantor saja, Beib.

Kost-kostan kan banyak, tapi kenapa gak cepet pindah?

As we all know, kost-kostan di Jkt itu entah mengapa mahalnya minta ampun. Yang biasa aja pasarannya 600-800an per bulan. Mungkin karena saya dulu kuliahnya di Surabaya, harga kost saya cuma 350rb per bulan. Dengan fasilitas yang biasa tapi sudah menyenangkan. Hmmmmm... Saya pernah mengeluhkan biaya hidup di Jkt sungguh mahalnya, lalu disaut oleh salah satu senior saya. "Mungkin karena pendapatan per kapita-nya lebih tinggi." Oya? Sampai sekarang saya masih belum paham, karena pendapatan yang tinggi kah yang membuat biaya hidup tinggi? Atau biaya hidup tinggi yang memaksa standar pendapatan menjadi tinggi? Yang menentukan batas bawah iki sopo seh sakjane, Pakde?

Saya pusing memilih kost-kostan. Terakhir saya survei, daerah deket kantor, yang daerahnya enak, harganya 1.6, itu pun cuma kipas angin, bukan AC, ya memang sih kamar mandinya di dalam. Tapi mahal bingo lah itu, Pakde. Tapi sebenarnya jarak kost-kostan itu mengefisiensikan waktu terbuang di jalan. Itu aset yang sangat bernilai. Dan harusnya kita rela bayar mahal untuk memanjakan diri. Yayayayyayaa.. Tapi itu kemahalan. 

Lalu yang kedua, saya disarankan sama senior nih, ke kost-annya Mbak I yang dulu aja, banyak tempat makan. Terus saya survey di internet dan tanya melalui sms ke CP nya. Murah sih. Kurang lebih sama kost saya yang sekarang, tapi tetep murahan kost saya yang sekarang hehehe. Hampir nih mau survey ke tempatnya langsung, tapi sebelumnya nanya dulu ke Mbak I. Kata Mbak I tempatnya gak recommended. Penghuninya attitude-nya kurang baik. Jadi kurang nyaman ditempati. Waduh mendengar demikian, saya jadi merasa bersyukur ni ngekost di tempat yang sekarang.

Di tengah-tengah lagi nyari kost deket kantor, si Mbak yang punya kamar di sebelah kamar saya, ngajak pindah kost ke gang sebelah yang kamarnya lebih besar. Yang punya kost sih sama, cuma baru bangun kost-an baru aja di gang sebelah. Alamak! Karena saya orangnya sedikit gak enakan, saya bilang aja iya nanti dilihat dulu ya, Mbak. 

Entah apa entah kenapa. Apasih? Saya hanya berprasangka baik pada Allah. Mungkin ini petunjuk. Lingkungan tempat tinggal disini sudah sangat baik untuk ditinggali. Orang-orangnya juga baik banget. Yang menurut kita baik, belum tentu baik di mata Allah. Yang menurut kita buruk, belum tentu buruk di mata Allah. Allah Maha Mengetahui sedangkan kita tidak.

Saya memutuskan untuk bertahan beberapa bulan lagi lah disini. Mungkin ikut pindah ke gang sebelah, karena kamar disini kecil. hehehe

Sekian cerita dari ophie. Selalu ada hikmah dari setiap kegundahan yang kita alami.

Wassalam..

Orang Hebat + Orang Unggul + Orang Pinter = ?


posted by Redblack Ophie on ,

No comments

Selepas menonton acara Junior Masterchef Indonesia season 2 episode 4, saya mendapat pelajaran berharga darinya. Episode ini tentang team work alias kerja sama dalam tim. Seperti season sebelumnya pada episode 5 (kebetulan saya selalu mengikuti acara ini dari season 1), sang kapten berhak memilih anggotanya. Secara logika, pasti kapten memilih orang-orang terbaik untuk menjadi anggotanya. Tujuannya, ya biar menang! Ya to?

season 1 episode 5
Di season 1, Kapten VJ memilih Afaf, Zidan, Revo, yang notabene adalah anak-anak yang selalu unggul dalam kompetisi ini.

season 2 episode 4
Di season 2, Kapten Yosua memilih Curt, Chaca, Fina, Audry, yang notabene juga anak-anak yang jago di kompetisi ini.

Sampai-sampai nich ya, tim lawannya ngerasa jadi kayak tim 'buangan' gitu. Ckckckckck.. Saya kira juga tim yang unggul yang bakal menang. Eeeeehhh, malah tim lawan tuh yang menang. Timnya Nichole dan Akbar bisa ngalahin dua tim yang katanya isinya anak-anak unggul. Hahahahaha

Dari yang saya amati, anak unggul jika dikumpulkan bakal jadi pengen unggul semua. Jadi gak dianggap deh tuh kaptennya. Kasian si VJ, yang mungkin dianggap biasa-biasa aja jadinya kayak gak didengerin sama anak buahnya. Pada gak percaya sama timnya sendiri deh. Cupcup, dek kecil. hehe. Sedangkan tim sebelah pada nurut-nurut sama kaptennya. Pada percaya sama yang lain, jadi bisa fokus deh. Congratulations!!

Akhirnya tim yang isinya anak-anak unggul itu malah masuk elimination test. Dan saya salut sama VJ yang mengakui kesalahan timnya sebagai kesalahannya karena dia kaptennya. Bertanggung jawab banget ya. Saluuuut. Beda sama tim kapten yang kalah di season 2, waktu disuruh nyelamatin satu anggotanya, eh dia malah nyelamatin dirinya sendiri. Haduh.. Nak, koq egois sekali dirimu. Ok saya anggap pikiran kamu belum dewasa, jadi belum tau arti tanggung jawab sebagai pemimpin. Hahaaha

Ya kira-kira pembelajarannya begitu ya, orang-orang hebat kalau digabungin juga belum tentu hebat gitu. Mendingan yang biasa-biasa aja tapi bisa kompak dan gak egois. Ya to? Setuju? YESSS!!!

Libur Kuliah vs Libur Kerja


posted by Redblack Ophie on , , , , ,

No comments

Kurang lebih dua bulan ini saya telah bekerja di salah satu perusahaan IT di Jakarta. Rasanya benar-benar berbeda. Tugas kuliah dan kerjaan emang beda banget. Beruntung, waktu kuliah dulu kami sudah sering mengerjakan tugas di kampus sampai malam hari, jadi agak terlatih untuk bekerja lembur. Dan terasa santai sekali ketika saya bisa pulang tepat waktu (kalau di kantor saya jam kerja sampai jam 5 sore). Di bulan pertama, saya sebagai karyawan baru, masih memasuki fase pelatihan mengenai pekerjaan apa yang akan saya kerjakan nantinya. Beruntungnya lagi, kerjaan saya sangat cocok dengan latar belakang jurusan kuliah saya, jadi saya tinggal mengulang saja materi dan dengan tambahan praktik secara nyata disini.


Di akhir tahun kemarin, saya baru merasakan suasana perencanaan mudik dari para senior yang bekerja disini. Mereka sibuk memesan tiket mudik dan mengajukan cuti di antara tanggal kejepit ( Tahun Baru 2015 yang bertepatan dengan hari Kamis). Salah satu senior menanyakan saya, "Gak mudik, Sov? Ada tanggal kejepit tuh, tinggal pilih mau libur natal atau libur tahun baru". Saya yang baru masuk kerja dan sama sekali gak kepikiran untuk cuti, sedikit tidak menanggapi ajakan cuti tersebut. Setelah beberapa hari saya terpikir bahwa dalam setahun, setiap karyawan mendapatkan jatah cuti 12 hari. Tersadar bahwa, cuti ini memang selalu dipakai saat hari raya dan tahun baru, sisanya menyesuaikan dengan tanggal merah di kalender. Apalagi kemarin setelah wisuda, saya belum sempat pulang kampung untuk menikmati quality time bersama keluarga disana. Foto wisuda bareng sekeluarga aja belum ada, padahal toganya gak dibalikin ke kampus supaya bisa dipakai buat foto-foto disana.

Akhirnya saya mencoba untuk mengajukan cuti 2 hari ditambah tahun baru dan Sabtu Minggu. Lumayan kan kalau diakumulasi bisa 5 hari tuh liburnya. Nyontek-nyontek dari senior juga sih mereka cutinya tanggal berapa. Haha. Bisa diramal deh akhir tahun sepi tuh kantor. Dari pada saya sendirian, hiiiiii...

Tibalah hari H-1 Tahun Baru 2015, saya siap berada di Bandara CGK untuk check-in. Ini pertama kalinya juga saya berjuang sendiri ke bandara, di kota segede ini, dan pertama kalinya naik DAMRI. Itu menandakan bahwa saya benar-benar sudah dewasa dan dipercaya ortu untuk bisa berjalan sendiri tanpa ditemani siapa-siapa. Ya iyalah. Dah umur berapa, Pi. 

koper gua
Waktu saya mengantri di loket check-in, saya menyempatkan untuk memotret koper saya, dan meng-upload-nya di salah satu chat grup di ponsel saya dan mengucapkan 'Selamat Tahun Baru' kepada teman-teman saya. Ada salah satu teman yang menanggapi begini, 'Wew, pulkam pi?'. Yes, of course! Karena libur kerja berbeda dengan libur kuliah. Pada saat kuliah, saya yang notabene anak perantauan, yang kalau mudik gak bisa seenaknya tiap minggu mudik, karena kampung yang jauh dan mahal jika harus sering-sering pulang, jadi hanya bisa pulang ketika liburan semester saja, alias 2 kali setahun. Itu karena libur kuliah panjang banget bisa sampai 2 bulan. Nah kalau sekarang, saya cuma dapat cuti 12 hari per tahun, men! Gak bakal ada liburan panjang lagi, men! Libur 5 hari sudah sangat berharga bagi para pekerja untuk menikmati quality time bersama keluarga. Itu pun dibantu sama tanggal merah yang menjepit hari kerja. Sekaligus jadi hari cuti bareng bagi kantor saya hehe.

Alhamdulillah liburan 5 hari kemarin sangat menyenangkan bersama keluarga saya. Keluarga tercinta yang selalu menerima, mendoakan, dan mendukung apapun keputusan saya. Thank You, Mom, Dad, Kakak, Adek2ku. Love u full!

Welcome to the REAL WORLD!


posted by Redblack Ophie on ,

No comments

Entah berapa kali aku denger kalimat kayak di judul ini. Bener2 sering kedenger waktu temen2 atau sodara2 ngucapin congraduation sekitar dua bulan lalu. Setelah resmi menjadi pengangguran pada 20 September kemaren, uda pasti kita2 para fresh graduate lagi seneng2nya nyari kerjaan. Uda bukan jadwal kuliah lagi tuh, tapi jadwal Jobfair yang menuhin pengingat2 di hape atau laptop. Di chat group juga omongannya tentang Jobfair, mau kesana hari apa, jam berapa. Di facebook yang dilike page2 tentang lowongan kerja. Yah begitulah.


Awalnya aku uda mutusin buat gak milih Jakarta sebagai tempat meniti karir, jadi awal2 gak masukin lamaran ke perusahaan2 yang nempatinnya daerah Jabodetabek lah pokoknya. Tapi ah mustahil, semua-muanya pada nempatin ke JKT, nah aku mau ngelamar yang mana gak ada pilihan deh. Yaudin, aku ikut temen2 nyoba daftar kemana aja yang lagi buka sesuai jurusan kita. Dan seketika jadwal berubah jadi jadwal tes masuk kerja sana sini. Hahahahaa... Asik juga. Dari pada nganggur gak ngapa2in.

Sebenernya cita2 aku gak pengen jadi karyawan. Pengennya jadi pengusaha aja, bikin usaha sendiri, tapi yang sesuai bidang jurusan kuliahku. Nah untuk memanage itu ya aku perlu pengalaman lah gimana2nya. Ya to? iyaaaa.. Maka itu aku kudu kerja dulu jadi bawahan. Mulai yang dari bawah. Dan akhirnya alhamdulillah Allah Subhanahuwata'ala mengabulkan doaku. Dimulai tgl 17 November, aku uda jadi karyawan di salah satu perusahaan swasta bidang IT di JKT. Walau belum pegawai tetap, tapi aku sangat sangat mensyukuri itu, karena dengan itu aku bisa meneruskan karir ke perusahaan lainnya dengan bekal pengalaman ini. Dan yang paling penting, aku pribadi gak pengen menetap di ibukota ini. Sumpek pek! Hehehee.. Jalan Allah selalu sesuai kebutuhan kita..

Hari ini tepat hari ke-5 alias minggu pertama kerja baru kelar. Gak kerasa juga ya uda seminggu aja. Besok weekend dan bener deh kerja itu sangat melelahkan. Gini nih ceritanya. Salah satu variety show Korea yang sering aku tonton tiap minggu kan Running Man (RM) nih, nah tiap nonton sekali, ya pasti bisa ketawa lah ya, ehhh 4 kali nonton RM yang sama (episod terbaru), baru malam ini nich aku bisa ketawa. Gara-gara capek kali ya. Padahal di kantor masih belajar praktek apa yang mau dikerjakan, belum eksekusi langsung. Itu rasanya uda capek banget. Jam 9 malem rasanya mata uda 5 watt aja. Padahal waktu nganggur kemaren, bisa nonton sampe subuh gak ngantuk. Ya berarti ini normal. Bangun pagi, tidur malam. Bukan melek malam, bobo pagi ampe siang. Haha

Seminggu ini hidup bener2 berubah. Yang biasanya bangun siang, ilang dah. Pilih bobonya ilang apa gajinya ilang? Hahaa. Jadi tiap hari kudu nyampe kantor jam 8 pagi. Kalo di JKT jam kerjanya sampe jam 5 sore ya, padahal waktu kerja praktek di salah satu perusahaan di SBY, itu jam kantornya sampe jam 4 aja. Uda gitu, lu tau kan JKT? Macetnya kayak apa? Ya gitu, nyampe kos pasti uda magrib. Ngeri ngeri. 

Orientasiku di kerjaan ini sih pengalaman ya. Aku gak terlalu mikirin nominal gaji sih. Yang penting bidangnya masih sesuai aja ama kuliahku kemaren. Gajinya sih gak gedhe juga, cuma bisa dibuat gedhe aja kalo rajin alias ngumpulin bonus, dan mau masuk Sabtu Minggu. Ya gitu deh.. Namanya juga baru lulus, gak punya pengalaman. Uda terima aja, orientasi ilmu aja dulu. Kadang2 ada juga sih yang milih2. Tapi ya gimana yak, rezeki masak ditolak. Kalau aku sih selama masih sesuai ama bidangku ya aku ambil aja. Setidaknya kita bisa ngerasain kerja dari bawah. Biar tau rasanya kerja keras tuh..

Kerja ama kuliah emang dua hal yang berbeda. Di kerjaan, kita dituntut bisa karena kita digaji. Baru kali ini dah ngerasain punya atasan. Kebetulan 2 minggu training ini sejajaran meja ama atasan. Hadeh kocak banget dah. Kalo pas ada atasan aja sok serius belajarnya. Coba pas lagi pergi, browsing2 gak jelas gitu. Ngobrol cekakaan dah ama senior2 gitu. Ya begitulah kerja..

Hidup di JKT ternyata mahal yak. Kerasa banget. Apalagi tuh pas ngelaundry, beuh mahalnya.. harganya lebih 2x lipat dari harga laundry di SBY. Alamak! Pusing gua seminggu disini. Beda bingit nominalnya ama di SBY. Bisa2 kagak nabung gua, gaji cuma buat nyambung idup. JKT. Gaji gua ama sangu bulanan dari ortu angkanya cuma beda 1jt doang. Harapan sih bisa buat nabung itu gaji. Tapi ternyata kebutuhan idup disini mah jauh lebih mahal dari SBY. Mana Senin kemaren BBM naek. Alamak. Apalagi nich yang naek habis ini.

Buat yang baca ini nih, doakan aja si Ophie ini betah kerja disini. Selalu sehat. Dan bisa berkembang dengan baik. Serta selalu dalam lindungan Allah Subhanahuwata'ala. Aamiin

Selamat datang di dunia baru, Pi! ^^

Direktur Utama KAI jadi Menteri Perhubungan?


posted by Redblack Ophie on , ,

No comments

Waktu itu Pak Ignasius pernah menjadi pembicara saat pembekalan wisudawan/ti di kampus saya. Beberapa hari yang lalu, salah satu teman ngomong, "Harusnya dulu kita foto sama Pak Ignasius, Pi!". Iya yaaaa (batinku). Jadi setidaknya punya koleksi foto sama orang pentingnya Indonesia. Hahaha
Pertanyaannya, siapa yang bakal menggantikan Pak Ignasius Jonan pada jabatan sebelumnya? Yakni Direktur Utama PT KAI. Ya jelas tentu kalau tidak Budhe (panggilan akrab ke temen. baca : Dita), ya Ikar. Kenapa? Karena mereka sudah katam tentang perkeretaapian Indonesia. Hahahahaa
Betapa tidak, yang kami ketahui mereka berdua selalu menaiki kereta untuk pulang pergi kampung halaman. Sepertinya jadwal kereta api sudah berada di luar kepala mereka. Beberapa bulan lalu pun, trip kami dalam mengisi liburan terakhir sebelum wisuda, mereka-lah yang menguruskan tiket kereta untuk pulangnya. ^^v


*just kidding*

Siap-siap balik ke Surabaya 

Ganti template


posted by Redblack Ophie

No comments

Apakah ini menandakan kedewasaan? Dari template alay >> keren >> skrg sederhana. Mungkin begini cara orang dewasa melihat keindahan. Tidak perlu penuh dengan hiasan lah. Begini cukup. Lebih enak dibaca ^^

Liburan sambil mikirin Skripsi *late post*


posted by Redblack Ophie on , , , ,

No comments

Mau nulis ini dari dulu gak jadi-jadi. Biasa, penyakit 5 huruf (m-a-l-a-s). Akhirnya sekaranglah baru jari-jari ini mau mengetikkan sedikit pengalaman berharga di akhir semester yang penuh perjuangan. Sekarang statusnya Sarjana Komputer setelah resmi diwisuda dari kampus ITS Surabaya tercinta tanggal 20 September lalu. Penuh haru namun terbayar sudah perjuangan 8 semester dengan ribuan tetesan air mata dan keringat untuk menyelesaikan beban-beban kredit semester (lebay).

Semester 8 aku jalani dengan SKS tersisa, yakni 6 SKS, tinggal satu mata kuliah yang notabene adalah pintu gerbang gelar sarjana, ialah Tugas Akhir alias Skripsi. Sengaja menyisakan satu matkul ini dengan sangat spesial, selain biar fokus ngerjain, juga lebih fleksibel untuk mengatur waktu, mengingat semester ini banyak jadwal yang mengharuskan aku pulang kampung untuk beberapa acara keluarga. Bila ditotal, dalam satu semester (setelah semester 7), dimulai dari liburan semester 7 sampai lebaran tahun ini, aku bolak balik pulkam uda 4 kali. Alamak!! Aku sih seneng ya, jarang-jarang aku bisa pulang sering kayak gini, maklum, kampungku di Kalimantan. Biasanya satu semester sekali baru pulang.

Waktu liburan semeter 7, seperti biasa terbang ke kampung halaman. Jangan dikira aku kalau di rumah bisa tidur leha-leha, disana malah aku selalu membantu ortu bekerja. Anggaplah itu kantor (bahasa kerennya), yang terletak hanya beberapa langkah dari rumah. Bangun pagi mengantar adik sekolah, lanjut mandi dan pergi ke kantor untuk membantu mencatat dan membuat nota orderan. Ceilehhh kantor? *sambil cekikikan ngetik*

Hari-hari liburan di kampung halaman sangat menyenangkan, karena setiap hari bisa makan sehat dan selalu berkumpul dengan keluarga. Namun di tengah-tengah itu ada yang aku khawatirkan, ialah sebuah pembicaraan tentang 'skripsi'. Hal kayak gini yang bikin aku deg-degan. Hari demi hari kulewati tanpa pertanyaan seputar itu. Tapi pada akhirnya ortu pun menanyakan hal itu ketika gak sengaja nonton berita tentang seorang mahasiswa bunuh diri gara-gara gak dapat judul skripsi

"Kamu gimana, Pi? udah punya judul Skripsi, kan?"

*nelan ludah* Sontak aku jawab punya lah, karena sebelumnya aku sudah pernah konsultasi judul skripsi ke salah satu calon Dosen Pembimbing Skripsi di kampus. Respon beliau positif dan menganggap ideku layak untuk dijadikan topik TA. Untuk memperkuat skripsi itu juga perlu data real, pada topik ini aku manfaatkan data penjualan dari usaha ortu ini. Jawabanku bisa jadi memuaskan ortuku. Soalnya habis itu gak bahas skripsi lagi, Hehe

Sebenarnya skripsi ini cukup membuatku galau banget, soalnya ada beberapa teman yang sudah pada sidang proposal di semester 7. Bahkan ada yang lulus 7 semester. Walau teman-teman dekatku belum. Oleh karenanya kita sama-sama galau. Haha 

Hati dan ide skripsiku agak bertolak belakang. Perlu diketahui bahwa di jurusanku terdapat 3 laboratorium (lab) khusus Tugas Akhir. Lab ini yang menentukan jenis dan dosen pembimbing tugas akhir kami nantinya. Anggap saja Lab 1, Lab 2, Lab 3. Aku ingin mengembangkan kemampuanku pada Lab 3, tapi topik yang ada di otakku cocoknya untuk Lab 1. Makanya kemarin aku konsultasinya sama Dosen dari Lab 1. Rasanya hati ini gak sreg. 

Dengan tujuan agar ortu gak khawatir, aku gak terlalu menampakkan kegalauan ini ketika di rumah. Yang paling penting adalah aku harus lulus tepat waktu. Harga mati dah. Alhamdulillah kan lulus Wisuda #110 ITS. Kisah skripsian bakal aku tulis terpisah (tapi kalau lagi rajin nulis). 

Wassalam..

Tes Golongan Darah di PMI Surabaya


posted by Redblack Ophie on , , , ,

1 comment

Sampai usia 22, aku belum tahu golongan darahku apa. Soalnya belum pernah tes golongan darah, apalagi donor darah. Gak yakin kalau mau donor darah, pasti ditolak, soalnya badan ini kurang berisi alias kurus. wakakakaak. 

Hari ini aku tes golongan darah sama salah satu temanku. Dianya ngajak karena penasaran sama golongan darahnya, ya aku juga sih penasaran. Yah gimana ya sekarang lagi musimnya artikel atau bacaan tentang karakter kita berdasarkan goldar ini. Aku sih yakin kalau aku goldar O, gimana lagi kan ortu dua-duanya goldar O. Kalau aku bukan O, terus aku anak siapa? hahaa. Selain itu waktu baca-baca juga goldar O kurang lebih karakternya kayak aku, yang kalau ngerjain tugas suka pada jam-jam terakhir. wkwk

Kita sudah pernah ke puskesmas area kampus sih dulu untuk tes goldar, tapi kesiangan, uda tutup. Katanya kalau mau tes goldar kudu pagi-pagi, jam 8an gitu. Jadi gak jadi deh. Untuk yang hari ini tadi, pilihan kita tertuju pada salah satu gedung PMI di Surabaya. Kita memilih disana karena sudah tentu yang diurus pasti masalah darah-darahan. haha. Selain itu temanku tadi juga mau sekalian donor darah. Aku nggak dulu deh, mau gemukin badan dulu. hehe

Sampai disana, karena cuma aku yang mau tes darah, jadi cuma aku yang mendaftar di loket administrasi dan membayar biayanya yang sangat terjangkau. Setelah itu disuruh cari ruang apa gitu, lupa. Tempatnya di lantai 2. Namun sebelum kesana kita mampir dulu di loket donor darah. Jadinya temanku tadi mendaftar dengan mengisi fornulir calon pendonor, Ada 3 jenis formulir, pendonor baru, pendonor rutin, dan pendonor rombongan. Ya tentu saja dia mengisi yang pendonor baru. Kan belum pernah donor. haha. Betapa takjubnya aku waktu ngeliat beberapa orang mengisi form donor rutin. Masyaa Allah. 

Setelah itu temanku kasih formnya ke petugas loket, nunggu panggilan. Akhirnya tiba gilirannya, dia dites goldarnya apa, terus dites HBnya. Eh, siapa nyana, dia gugur di tes pertama. Gak jadi deh donor. hehe. Setidaknya bisa tau goldarnya secara gratis. hehe.

Habis itu gantian dia yang nemenin aku nyari sebuah ruangan di lantai 2, bingung dah kita soalnya nama ruangannya gak ada yang sama dengan nama yang kita disuruh nyari. Akhirnya kita tanya ke salah satu ruangan yang berisi staff PMI disana. Dikasih tau, terus nemu lah ruangannya. Aku diminta mengisi identitas di sebuah kartu goldar yang dikasih. Setelah itu aku masuk di ruangan tadi dan ditusuklah salah satu jariku dengan sebuah alat (lebih mirip pulpen) untuk mengeluarkan darahku sesuai kebutuhan. Habis itu aku disuruh menunggu di luar kurang lebih 15 menit.

Di depan ruangan aku duduk lagi dengan temanku yang tadi. Aku dagdigdug apa golongan darahku. Kenapa aku degdegan? Haha. Karena aku takut goldarku bukan O. Kalau kenyataan demikian, maka aku anak siapa perlu dipertanyakan kembali. Apalagi wajahku tidak mirip dengan saudara-saudaraku yang lain. Hiks.

Akhirnya keluarlah hasil tesnya. Dan, taraaaaaa!!!! I'm an O, sodara sodaraaaaaaaaa!!!

Kartu golongan darahku

Seneng bukan kepalang lah. Cuma aku yang tahu perasaan ini. wkwk. Sekarang kita uda tahu goldar kita masing-masing. Jadi tau deh karakter kita cocok gak sama yang di artikel-artikel itu, apa cuma asal nulis aja. Hayoooo ^^

Orang Lain Tetaplah Orang Lain


posted by Redblack Ophie on ,

No comments


Ah yeah, Hyung!
Sampai kapan si Opi maunya cuma diterima aja.. Gak selamanya orang bisa nerima kita apa adanya.. Jangan maunya dimengerti terus, Pi.. Cobalah jadi menyenangkan bagi orang lain.. Memang mereka mengerti sifat kita, tapi mereka akan lebih senang bila kita lebih baik dari sifat itu.. Lebih sabar.. 

Umur sudah kepala 2, Pi. Lebih 1, tahun depan InsyAllah lebih 2 biji.. Umur segitu udah bukan remaja lagi, harusnya udah dewasa, Pi.. Orang lain tetaplah orang lain.. Mereka juga bisa hidup tanpamu.. Tapi kamu harus punya orang-orang yang nyaman denganmu.. Semua untuk hidupmu sendiri.. 

Ah yeah, Hyung!

Bismillah.. #BelajarMenjadiLebihBaik

Di Baluran, Sumringah itu Berhamburan!


posted by Redblack Ophie on , , ,

No comments

Taman Nasional Baluran, 18-19 Juni 2013

Jalan menuju penginapan
Nyampe di Pantai Bama masih bisa nyolong background keren ini :D
Sumringahnya itu lho rek bikin seneng ngeliatnya ^^
(dari atas kiri ke kanan) Mums, Djay, Om, Adis. Foto keluarga ta lapo iki :v
Acara kami adalah untuk menyenangkan hati kami :)
Bebaskan diri dari penatnya tugas kuliah.. saatnya reflekskan otot-otot kitaaaaa..
Backgroundnya keren banget, rek.
Ini burung merak bukan ya? cantik banget.
Siap-siap pulaaaang.. Si Om tuh (pojok kanan atas), waspada didekatin monyet waktu itu xD

Bersiaplah besok kita harus bangun subuh untuk berjalan ke pantai.. Suasana gelap itu diiringi suara-suara binatang dan kita tak tahu apakah di sekeliling kita ada yang lain? Langit mulai terang dan terlihat jejak kaki. Nampaknya sekumpulan hewan habis lewat sini. Melihat ke belakang, tempat penginapan sudah tidak terlihat, begitu juga pantai itu tak jua nampak.. Jalan masih panjang.. walau kita berjalan sudah begitu panjang..

Pagi yang meresahkan.. Ungkapan gelisah dan keluhan.. Seberapa jauh lagi kita berjalan? Yang pada akhirnya kita mencapai tempat yang ada di foto-foto itu.. 

Disini lelah itu dalam sederhana.. Sederhana yang kumaksud adalah kalian.. Alam bisa membuat kita bahagia.. 
Lihatlah betapa indahnya ciptaan Tuhan.. Ya benar, buah tangan yang paling indah adalah kenangan.. Kapankah lagi kita mengukirnya di bentangan alam? Canda tawa itu hanya kita yang merasakan.. Saat itu.. Di pantai ini.. Di hutan ini.. Di bis yang bergantian membawa kita dari kota Pahlawan hingga kota Pahlawan.. Akan kutagih lagi petualangan kita.. Di tempat lain yang sederhana namun membahana..

Terima kasih.. Sejujurnya aku sangat menyukai perjalanan.. Terima kasih untuk tempat yang jauh.. Sangat membuatku menikmatinya.. Aku suka saat melintasi jalan.. Aku suka..




Terima kasih sumringahnya! Acara ini dibuat oleh kita sendiri, dan untuk kita ^_^



Choi Daniel ^_^


posted by Redblack Ophie on ,

No comments


Oh Boy, why are you so so so soooo cuuuutee!!!
Choi Daniel, in Kdrama titled "Ghost", I saw him but it didn't make me interest in him. But when I saw kdrama titled "School 2013", I saw him as a teacher with a lot of charisma.. 
And then I looked for any drama of him.. I found "Baby Faced Beauty". And he was a cute boy there.. Oh baby, he was so cute.. ^_^



Good luck for your success, Oppa!!
I like your smile ^_^